Aku berprofesi sebagai seorang guru yang mengajar di madrasah di kawasan Tulungagung paling timur sendiri. Bisa dikatakan madrasahku terpencil dan terletak di wilayah pegunungan.
Saat masih belum ada pademi sehingga pembelajaran dilaksanakan dari rumah, hari-hari biasa kulalui dengan penuh perjuangan. Bangun pagi buta menyiapkan semua kebutuhan keluargaku. Kemudian aku berangkat ke madrasah aku jam 6.30.
Banyak hal yang aku lakukan di pagi hari mulai dari mengurusi apel pagi anak anak. Mengatur mereka supaya mereka tertib dalam berdoa dan melafalkan Asmaul husna.
Kemudian mendampingi anak anak melaksanakan Tahfidzul Quran, shalat Dhuha, barulah kegiatan belajar mengajar (KBM). Pembelajaran di madrasahku berlangsung sejak jam 08:00 sampai dengan jam 13:50. Cukup panjang dan menguras energi untuk membersamai anak anak yang memiliki karakter berbeda. Namun saya selalu riang dan ikhlas mengerjakan tugas guru. Karena dengan bekerja dengan bahagia adalah kunci kesuksesan mengajar.
Istirahat siang diawali dengan shalat zuhur berjamaah, kemudian KBM sampai jam 13:50. Kebetulan saya memegang banyak mapel agama. Aqidah akhlaq, fiqh, SKI.
Hari-hariku dipenuhi dengan aktivitas yang padat kadang lelah letih menghampiriku, belum lagi kadang menghadapi anak-anak didikku yang benar-benar menguji kesabaranku. Kadang sempat terlintas dalam benakku alangkah nikmat dan indahnya jika ada libur panjang.
Masya Allah tiba-tiba pandemi covid menyapa negeriku sehingga sekolah pun juga harus menggelar KBM daring. Di awal pandemi datang memang terasa nyaman karena tidak harus pergi ke madrasah pagi-pagi.
Tetapi semakin hari bahkan bulan berganti terasa ada sesuatu yang hilang dalam diriku aku sangat rindu dengan aktivitas di madrasah. Aku sangat rindu dengan senyum manis dan kenakalan anak-anak didikku. Ternyata sungguh sangat indah menjadi guru saat bertemu dengan anak-anak.
Kita bisa berbagi banyak hal dengan mereka. Bagiku merekalah sebenarnya ladang amal Sholeh saya dan semoga menjadi ladang surga di hari nanti. Semoga pandemi ini benar-benar segera berlalu madrasah aku segera kembali normal. Bersama anak-anak yang penuh dengan kepolosan, penuh dengan tawa dan canda.
By: Suciati, S.Pd.I
Tidak ada komentar:
Posting Komentar