Senin, 20 September 2021

Aku Bangga Sekolah di Madrasah

Oleh Mohammad Farid Khoirul Iqfan
"Aku bangga sekolah di madrasah bangga. itu sekolah di madrasah"

Hari ini aku mulai merenung, menimbang rasaku saat masuk sekolah di Madrasah Tsanawiyah Arrosidiyah. Aku saat bersama Ayah diminta sekolah di Madrasah yang terbayang adalah kumuh dan lusuh. Banyak yang bilang dulu  sekolah di madrasah direndahkan. Banyak orang yang tidak peduli akan keberadaan madrasah dan tak ingin bersekolah di madrasah mereka menganggap bahwa sekolah madrasah itu tempat buangan. Madrasah minim prestasinya. Madrasah itu identik dengan bangunan yang kecil anak-anak yang lusuh dan cuman mempelajari agama saja.

Namun saat saya sudah masuk kedalam madrasah apalagi di madrasah ini ada pondoknya. Pandanganku berubah seketika. Kebersihan kelas kelas, cat yang bersih, meja juga bersih dan tidak ada coretannya. Kelas diperindah dengan ornamen kelas menambah kerasan berlama lama di kelas. Sayang setahun ini kami jarang mengunjungi kelas karena pandemi. Saya pembelajaran tatapmuka di mulai lagi, kelasku ternyata masih tetap bagus. Karena perawatan yang lumayan. 
Di pondokpun saya sangat kerasan. Kebersihan dan keindahan pondok membuat saya seakan tidak merasa kalau sedang mondok. Dulu bayangan saya pondok itu kumuh dan kotor. Ternyata bayangan itu luntur saat saya masuk ke pondok ini. Saya dan teman teman kerasan sekali di sini. 

Seiring berjalannya waktu perubahan demi perubahan yang terjadi prestasi demi prestasi yang diperoleh dari para siswa siswi madrasah alumni alumni madrasah yang besar kontribusinya terhadap bangsa ini baik sebagai ilmuwan pejabat teknokrat hukum ahli kesehatan ahli pertanian dan lain sebagainya menghiasi perjalanan bangsa ini untuk sekolah di madrasah.

Madrasah ku tempatku menuntut ilmu umum dan ilmu agama semua itu tidak mungkin kudapati selain di madrasah ilmu umum kami peroleh dan ilmu agama juga kami peroleh sehingga dua ilmu yang sekaligus saya di dapatkan yang bisa menambah kualitas kepribadian dan kualitas iman dan taqwa juga kualitas ilmu pengetahuan dan teknologi ini juga merupakan tujuan pendidikan nasional yaitu terwujudnya manusia seutuhnya yang mencakup dimensi jasmani dan rohani.
Di madrasah hampir 12 jam dalam seminggu mempelajari ilmu agama sedangkan setahu saya di sekolah yang umum hanya 4 jam pelajaran untuk belajar agama setiap minggunya di madrasah terhadap pelajaran terdapat pelajaran khusus yakni Akidah Akhlak, Fiqih, SKI, Alquran hadist, dan ditambah bahasa Arab.  

Pelajaran tata krama, adab dan pelajaran-pelajaran akhlak melekat di pelajaran agama ini mampu membawa kita menuju insan yang yang berkarakter Shiddiq, Tabligh, Amanah dan Fathonah.

Kalau saya amati tidak banyak madrasah yang memiliki pelajar yang yang mengikuti tawuran karena anak-anak selalu diajarkan sopan santun dan saling toleransi yang melekat pada dirinya. dikala sedang marak tawuran antar pelajar madrasah di tempatku mencurahkan aspirasi dan bakat siswa ke arah yang lebih baik dengan atletik, Tahfidzul Qur'an, Pramuka, sholawatan,  kewirausahaan dan lain sebagainya.

Maka dari itu tidak perlu diragukan lagi Kita harus bangga menjadi siswa di madrasah dan semangat belajar di madrasah bagi yang masih ragu untuk melanjutkan sekolah di madrasah tidak usah bingung kini madrasah harus setia hadir sebagai wadah pendidikan yang mumpuni dan berkualitas berprestasi berakhlak dan beradab.

Aku cinta madrasah. Madrasah itu keren bangga itu menjadi anak madrasah.


2 komentar:

Membranding Madrasah untuk Pengembangan yang berkemajuan

  LENSA MASSARO- Lembaga Pendidikan Ma'arif NU Kab. Tulungagung tidak pernah sepi dari kegiatan. Hari ini digelar Diklat Branding Madras...