Selasa, 21 September 2021

kultum pergaulan bebas

*KULTUM*

Assalamualaikum Wr. Wb.
Alhamdulillahirobbil 'alamin, washholatu wassalamu'ala asyrofil ambiyaa iwal mursalin, sayyidina wamaulana Muhammadin, Wa'ala alihi wa shohbihi ajma'in, Amma ba'du

  Yang terhormat, kepada bapak hamam selaku imam sholat dhuhur berjamaah
  Yang terhormat, kepada bapak / ibu guru selaku pendamping sholat dhuhur berjamaah
  Dan tidak lupa teman teman yang saya cintai, dan yang mencintai saya, kalau ada

  Saya di sini perwakilan dari kelas 9 akan membawakan Kultum yang bertema pergaulan bebas.

  Saudara sekalian yang saya cintai, karena disini mayoritas adalah para remaja, walaupun ada beberapa yang sudah ibu-ibu dan bapak-bapak
  Maka dari itu saya disini akan sedikit menyinggung tentang pergaulan bebas yang sudah menjadi momok bagi masyarakat dan kalangan remaja, dan semoga yang sudah menjadi orang tua dapat menjaga anaknya dari pengaruh negatif pergaulan bebas.

  Kita sudah ketahui bahwa dalam seluruh kehidupan ini orang tua kita tidak selalu dapat mengawasi kita 100%, mungkin mereka hanya bisa mengawasi kita ketika berada dirumah atau ketika kita masih kecil dan masih membutuhkan bantuan dari kedua orang tua kita baik ketika belajar berjalan, membaca, bermain, menulis, berbicara dan lain-lain.

  Akan tetapi semua itu sangat berbeda ketika kita sudah menginjak remaja atau baligh dimana jangkauan sosial kita lebih luas, baik itu dari lingkungan sekolah atau lingkungan lain, Apalagi kita sudah merasa ketertarikan dengan lawan jenis.

  Pada dasarnya ketertarikan atau bahasa gaulnya adalah _Virus merah jambu_ itu adalah fitrah dari yang maha Kuasa, itu naluri normal setiap manusia. Tanpa fitrah itu kita tidak dapat berkembang biak sampai sekarang ini, mungkin kita tidak dapat berada disini.

  Apalagi tidak hanya itu, dari cinta kita muncul ke nafsu seksual. Ya tidak masalah jika nafsu itu disalurkan ketika sudah halal atau menikah, justru akan berpahala. Tapi bagaimana jika nafsu itu disalurkan sebelum waktunya?

  Dimana kita melakukan segala sesuatu yang negatif itu sangat didukung oleh lingkungan kita, teman-teman kita, yang satu udah punya pacar satunya ikut-ikutan biar gak dikatakan kudet begini dan begitu. Ya begitulah remaja, sangat rentan sekali dengan coba-coba, ikut-ikutan, padahal mereka sendiri sudah tau kalau itu tidak benar.

  Oleh karena itu, saudara sekalian perlunya mengikuti kajian seperti ini, supaya kita selalu di dekatkan dengan teman-teman yang positif, yang selalu mengajak kepada kebaikan, hindari pergaulan bebas. Dan buat para bapak-bapak dan ibu-ibu semoga dapat selalu menjaga anaknya dari pergaulan bebas bagaimanapun caranya.

  Sekian kultum yang dapat saya sampaikan, semoga dapat memberikan segudang manfaat bagi saudara sekalian.

  Akhirul kalam
Waullahul muwaffiq illa aqwamitthoriq

Wassalamualaikum Wr. Wb

Fahrina Putri Ade Nirmala

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Membranding Madrasah untuk Pengembangan yang berkemajuan

  LENSA MASSARO- Lembaga Pendidikan Ma'arif NU Kab. Tulungagung tidak pernah sepi dari kegiatan. Hari ini digelar Diklat Branding Madras...