Jumat, 24 September 2021

Menjadi Pemimpin bukan Bos



Rene Descartes (1596-1650) pernah menulis bahwa didalam jiwa manusia ada dua  persoalan tentang hubungan antara psikis atau jiwa  dan badan yang bisa di sebut dengan Mind and Body Problem. Ketika bawahannya jiwa/psikisnya terganggu maka kehidupan tidak akan berjalan normal. 

Kegiatan kepemimpinan saat yang dipimpin sudah merasa bahwa pemimpinnya dianggap salah maka langsung akan mendapat respon buruk dari tingkah laku maupun perkataan dan perbuatannya. Padahal kalau secara normal dinilai maka belum tentu yang salah adalah pemimpin dan kebijakannya.

Pemimpin juga manusia bisa jadi dia salah, bisa jadi benar. Tidak ada satupun pemimpin yang bisa menyenangkan dari sisi kebijakannya kepada seluruh yang dipimpinnya. Karena pribadi setiap orang dan motif setiap orang berbeda. Bagaimana menjadi pemimpin yang bisa disukai??

Merunut dari blog kabar pendidikan, ada 5 tips bagaimana menjadi pemimpin ideal yang disukai:

1. Menjadi Role Model

Namanya seorang pemimpin, ibarat kata Anda adalah 'cermin' bagi bawahan Anda. Segala tindak tanduk Anda akan menentukan bagaimana mereka bersikap. Oleh sebab itu, sebagai pemimpin, Anda harus memberikan contoh yang baik kepada bawahan.
Terlihat saat guru disiplin terhadap waktu, baik saat datang ke kantor hadir di sebuah meeting atau pertemuan, dan bagi guru disiplin waktu mengajar. 

Poinnya adalah, mulai segala sesuatunya dari diri Anda sendiri. Pimpin diri Anda sebelum memimpin orang lain. Dan ketika hal ini sudah bisa dilaksanakan secara konsisten maka niscaya satu kriteria ideal tercapai.
Jika sudah bisa konsisten dengan ini, maka selamat, Anda sudah memenuhi salah satu kriteria pemimpin ideal.

2. Jadikan Diri Anda Pemimpin

Jadikan diri sebagai pemimpin dengan cara saat memberikan perintah, maka tidak hanya sekadar memberi perintah. Harus dengan hikmah dan kerendahan hati, terbuka untuk berdiskusi dan menerima saran serta kritik.

Sikap pemimpin seperti ini biasanya sangat disukai oleh bawahan. Mereka pun akan merasa senang dan bangga karena ikut dilibatkan dalam mengambil keputusan. Dengan begitu, akan muncul rasa hormat dari mereka terhadap Anda.

Bebeda dengan 'bos' acap kali disematkan kepada atasan yang terkesan asal kasih perintah. Si bos ini seakan acuh dan tidak terbuka mengenai mekanisme tugas yang diberikan, yang penting karyawan harus menyelesaikan target pekerjaan, bagaimanapun caranya. Padahal, sang bawahan juga butuh bimbingan manakala ada kesulitan saat mengeksekusi tugas tersebut. Inilah mengapa kita sering mendengar istilah “bossy” yang konotasinya negatif.

3. Pandai Mengelola Emosi

Pemimpin yang disukai adalah yang tidak sering marah. Kontrol emosi anda meskipun berada pada tingkat tekanan yang tinggi. Namun jangan malah emosional terhadap diri sendiri. Akan menjadi bumerang bagi kita nantinya.  

4. Asah Keterampilan Memimpin Anda Secara Konsisten

Sebagaimana telah disebutkan di awal, menjadi seorang pemimpin yang ideal membutuhkan proses. Setiap individu punya potensi untuk menjadi seorang pemimpin. Tinggal sekarang bagaimana individu tersebut, termasuk Anda, bertekad untuk terus mengembangkan potensi tersebut.

Menjadi pemimpin yang fleksibel, artinya Anda bisa menyesuaikan gaya kepemimpinan dengan situasi dan kondisi yang sedang terjadi di lapangan. Ini merupakan cara terbaik untuk mengembangkan keterampilan Anda dalam urusan memimpin. Karena dengan begitu, Anda jadi tahu bagaimana harus bersikap di berbagai situasi.

5. Berani Mengakui Kesalahan

Sebagai manusia, kita tak pernah luput dari yang namanya kesalahan. Hal ini berlaku juga bagi seorang pemimpin. Namun tak sedikit orang yang enggan untuk mengakui kesalahannya tersebut atas nama gengsi belaka. Hindari hal ini jika Anda ingin dicap sebagai seorang pemimpin sejati. Alih-alih Anda terlihat lemah dan tidak berintegritas, mengakui kesalahan justru akan membuat Anda dihormati oleh orang lain.

Tips ini bisa diterapkan di lembaga perusahaan, sekolah maupun lembaga yang lain. 
Bila masih kurang berhasil, coba carilah teman untuk berdiskusi dengan anda, apakah perlu menerapkan tips ini atau mencari sistem lain. 

Menjadi pemimpin yang bisa melaksanakan kebijakan seiring dengan kemajuan dan tidak melupakan bahwa semua kesuksesan adalah kesuksesan bersama, tidak ada sukses individu, namun sukses teamwork.

Sukses untuk kita semua
Eti Rohmawati

1 komentar:

  1. Menjadi pemimpin adalah amanah semoga selalu di kuatkan n di anugerahi kesabaran unt membawa perubahan ,selamat berjuang para pemimpin

    BalasHapus

Membranding Madrasah untuk Pengembangan yang berkemajuan

  LENSA MASSARO- Lembaga Pendidikan Ma'arif NU Kab. Tulungagung tidak pernah sepi dari kegiatan. Hari ini digelar Diklat Branding Madras...