by mr. m
Fenomena migrasi warga Negara Indonesia menjadi pekerja migrant adalah suatu pilihan berat bahkan bisa jadi pilihan terakhir yang harus mereka rasakan. Rela jauh dari keluarga tercinta guna sebuah cita cita untuk masa depan anak dan keluarga mereka. Berharap ada perubahan hidup di kemudian hari. Pahlawan devisa inilah sebutan yang lekat disematkan pada mereka yang menjadi pekerja migrant Indonesia di manapun mereka tinggal untuk mengadu nasib .
Pada tulisan saya ini akan saya bahas tentang dampak negative dan positifnya ketika anak anak di tinggalkan orang tuanya menjadi PMI. Kehidupan ekonomi dan faktor geografis memaksa mereka harus berjauhan dan kehilangan kebahagiaan, berpisah bersama orang tua. salah satu sisi, si anak yang masih di bangku sekolah memerlukan kehadiran orang tua sebagi guru pertama di rumah.
Itulah sebabnya saya mengupas fenomena kenapa migrasi keluar negerri itu terjadi dan solusi apa yang harus di lakukan oleh orang tua ketika pilihan menjadi PMI akhirnya menjadi pilihan terakhir ketika berwira usaha di bumi nusantara ini tidak bisa bertahan dan berkembang.
Dampak negatif saat orang tua menjadi PMI yang masih memiliki anak adalah anak anak menjadi lebih leluasa akan berbagai kegiatan yang pada hal hal tertentu masih harus ada dampingan orang yang lebih dewasa, agar masa perkembangan masa masa anak anak dan masa pubertasnya terlindungi dan terarah. Banyak fakta lain anak anak di rumah bersama kakek dan neneknya dan akirnya kurangnya pengetahuan tentang perkembang IT serta pergaulan zaman now akhirnya pertumbuhan dan perkembangan emosional dan masa pubertasnya sedikit terabaikan. Muncullah persiapan sosial lain yang terkait dengan hilangnya dampingan orangtua.
Tidak di pungkiri bahwa secara ekonomi PMI yang telah berhasil berdampak pada remitansi yang mereka kirimkan terwujud bentuk bangunan rumah, sawah, toko, bisa membiayai anak anaknya melanjutkan ke sekolah menengah atas bahkan ke perguruan tinggi.
Yang harus di garis bawahi pada catatan ini adalah perlunya kampanye yang terus menerus agar para PMI yang mau berangkat maupon yang sudah berada di penempatan mereka bekerja perlunya pandai dalam mengelola keuangan agar nantinya bisa di kembangkan saat sudah tidak menjadi PMI,dan upaya yang terus menerus anak anak para PMI untuk memberikan sosialisasi dan edukasi pentingnya migrasi yang aman karena banyak anak anak tamat dari SMA sederajat ketika mereka tidak melanjutkan ke perguruan tinggi mereka memilih alaternatif menjadi PMI yang paling ngetren kalau cowok pergi ke Korea dan jepang kalau Cewek mereke pilih ke brunei,hongkong,singapura,Taiwan dll.
Jadi dampak positif dan negative ketika orang tua menjadi PMI maka yang harus diperhatikan dan dipertimbangkan sebelum menentukan pilihan menjadi PMI adalah masa depan anak anaknya agar tetap terpenuhi pendidikan jangan sampai putus sekolah dan tidak terarah masa depanya,serta bagi anak anak muda yang ingin menjadi PMI harus mengikuti aturan pemerintah yang procedural jangan sampai lewat jalur yang unprosedural karena sangat rentan terjadinya TPPO (Tindak Pidana Perdagangan Orang ) yang tentunya sangat merugikan para calon PMI itu sendiri.
Segelintir pengalaman sebagai pendamping desa kantong migran yg telah mengupayakan agar warga untuk lebih baik berdikari di dalam. Negeri dengan skill yg dimiliki dan berharap banyaknya lapangan pekerjaan yg tersedia di bumi kita agar mengurangi mental menjadi pekerja migran
BalasHapusya kebanyakan perempuan PMI bekerja sbg assisten rumah tangga. mereka brgkat tanoa skill dan punya keahlian sehingga akan lbh dihargai. perempuan pmi mnjadi korban PT yg tidak bertanggung jawab. dengan terpaksa pmi bkerja. tanpa hrs tahu aturan2 yg resmi . bgmn dampak anak2 drumah.
BalasHapusKita di wilayah lingkup pendidik tentunya wahana yang strategis memberikan edukasi dan pemahaman tentang lika liku serta plus dan minusnya ketika harus menjadi pekerja migran kita tempuh sebagai jalan untuk mengais rezeki di negeri orang agar kedepan mereka punya cara pandang yang koprehensif tentang bermigrasi yg aman dan adil sebelum, saat dan setelah menjadi pekerja migran
Hapus